Maecenas at ipsum quis massa rutrum gravida! Ut in varius orci. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Phasellus sed lectus nec risus posuere rhoncus sed et ligula. Sed gravida ornare turpis vel euismod. Phasellus quis tortor non lacus sodales rutrum sit amet non est
Donec elit nulla, pulvinar nec porta sed, hendrerit eget metus. Suspendisse porttitor ligula non felis volutpat pretium? Praesent laoreet nisl a eros ultricies in lacinia



Karena ambisi yang menggebu agar Gajah Madep, cucu tercintanya bisa menggantikan Gajah Mego menjadi Pengangeng Puri Gajah Mego, Eyang Sepuh nenek Gajah Madep menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Eyang Sepuh dengan bantuan kekuatan jahat Bik Birah yang menguasai Ilmu Hitam berusaha mencelakai Gajah Mungkur, tapi karena bantuan Burung Hantu yang menjadi utusan Ki Batuaji, maka akhirnya Gajah Mungkur berhasil lolos dari bahaya yang mengancamnya.
Dan setelah melalui liku cerita, maka akhirnya nasib Bik Birah pun harus berakhir ditangan Ki Batuaji yang merupakan Orang Pintar beraliran Putih. Tetapi Gajah Mungkur yang merasa geram karena Gajah Mego, papa kandungnya meninggal karena Gajah Madep, membuat perhitungan pada Gajah Madep.
Maka, tanpa bisa dihindari, mimpi Ratna Manikan dan Ratna Intan akhirnya jadi kenyataan, kedua Gajah besar yang merupakan jelmaan dari Gajah Mungkur dan Gajah Madep akhirnya berkelahi untuk saling memusnahkan satu sama lain.
Konon karena akibat perkelahian dari dua gajah tersebut, maka muncullah sebuah waduk yang kemudian diberi nama Waduk Gajah Mungkur

Categories: